
Jakarta, Kiliklinknews.com : Mengawali tahun baru, pada Sabtu, 3 Januari 2026, bertempat di Gedung A lt.3 Kemendikdas Jakarta, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, membuka sekaligus menjadi pembicara dalam sebuah acara Gelar Wicara Sejarah yang diselenggarakan oleh Dirjen Perlindungan Kebudayaan &Tradisi Kementerian Kebudayaan RI.
Acara tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin atau inisiatif kementerian untuk memajukan literasi dan kesadaran sejarah di kalangan masyarakat termasuk didalamnya sosialisasi buku sejarah terbaru yang berjudul, Sejarah Indonesia : Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh penyelenggara, Dr.Restu Gunawan saat menyampaikan laporan sambutannya.
“Acara ini merayakan ulang tahunnya Prof.Taufik Abdullah Sejarawan senior, karena yang ulang tahun sejarawan kalau hanya nyanyi-nyanyi kurang bermakna, maka sekaligus sosialisasi buku sejarah terbaru yang berjudul Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global,” ujar Dr. Restu Gunawan, Dirjen Perlindungan Kebudayaan & Tradisi Kementerian Kebudayaan RI.
Pada kesempatan itu Dirjen juga menyampaikan apresiasinya kepada para penulis atas rekor yang dicapainya karena buku sejarah terbaru yang terdiri dari 10 jilid yang diluncurkan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) pada 14 Desember 2025, ditulis oleh 123 sejarawan dari 34 universitas, bisa selesai hanya dalam waktu setahun.
Gelar wicara sejarah yang bertemakan MENEGASKAN KEINDONESIAAN DI TENGAH ARUS GLOBAL: PENGUATAN LITERASI DAN REFLEKSI SEJARAH dibuka oleh Menteri Kebudayaan Dr.Fadli Zon yang didampingi Wakil Metereri Giring Ganesha Djumaryo, S.I. Kom.
Hadir pula pada acara tersebut, Ketua Editor Umum buku baru Sejarah Indonesia : Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global Prof.Dr.Singgih Tri Sulistyo, Bersama para undangan lainya seperti Prof. Taufik Abdullah, Taufik Ismail, Prof.Anhar Genggong, dan para nara sumber lainnya.
Prof.Singgih berharap buku ini bisa memberikan outcome atau dampak dalam kehidupan kebangsaan. Tidak berhenti pada buku di rak perpustakaan TETAPI didesiminasikan melalui pembelajaran di sekolah-sekolah.
“Kami berharap buku ini menjadi bahan ajar pelajaran penelitian untuk memperkuat rasa kebangsaan Indonesia dalam menghadapi tantangan jaman,” harapan Prof. Singgih.
Pada kesempatan itu para Pembicara juga mengajak kita semua untuk aktif menulis, meneliti, dan memperdebatkan sejarah serta budaya Indonesia agar bangsa ini dapat memiliki fondasi pengetahuan yang kuat dan
mandiri. Diskursus dan penelitian lokal harus didorong agar kekayaan warisan budaya tidak hanya menjadi warisan asing, tetapi juga milik Indonesia sendiri.
mandiri. Diskursus dan penelitian lokal harus didorong agar kekayaan warisan budaya tidak hanya menjadi warisan asing, tetapi juga milik Indonesia sendiri.
Menteri Kebudayaan dalam Kabinet Merah Putih, Fadli Zon memang dikenal aktif dalam isu-isu kebudayaan dan sejarah, serta sering mengemukakan pandangan mengenai pentingnya pembenahan tata kelola budaya dan museum di Indonesia. (Fin).











